Gramedia | kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com Kumpulan resensi buku motivasi dan pengembangan diri untuk sama-sama belajar dan berbagi Sat, 04 Apr 2020 22:15:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 https://bookinsight.kakaarvi.com/wp-content/uploads/2022/10/WWW.KAKAARVI.COM_-300x300.jpg Gramedia | kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com 32 32 Muslim Muda miliarder https://bookinsight.kakaarvi.com/02/04/2020/muslim-muda-miliarder/ https://bookinsight.kakaarvi.com/02/04/2020/muslim-muda-miliarder/#respond Thu, 02 Apr 2020 00:10:41 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=202 Muslim Muda miliarder Ibnu Riyanto Co-Writer Sofie Beatrix Cetakan kedua Juli 2015 Gramedia Pustaka Utama   Buku ini berlatar belakang kota Cirebon yang terkenal sebagai lokasi pusat “Batik Cirebon” (Plered), menceritakan perjuangan seorang Ibnu Riyanto membangun bisnis “Batik Trusmi” dari titik 0, serta menceritajan sekilas masa muda seorang ibnu yang masih Ababil (ABG labil). Seorang …

The post Muslim Muda miliarder first appeared on kakaarvi.com.]]>
Muslim Muda miliarder

Ibnu Riyanto

Co-Writer Sofie Beatrix

Cetakan kedua Juli 2015

Gramedia Pustaka Utama

 

Buku ini berlatar belakang kota Cirebon yang terkenal sebagai lokasi pusat “Batik Cirebon” (Plered), menceritakan perjuangan seorang Ibnu Riyanto membangun bisnis “Batik Trusmi” dari titik 0, serta menceritajan sekilas masa muda seorang ibnu yang masih Ababil (ABG labil).

Seorang Ibnu Riyanto saat ini dan di kala muda, ibarat bumi dan langit. Di waktu muda sebagian besar waktunya dihabiskan untuk hura-hura, kebut-kebutan di jalan hingga hiburan malam. Tetapi Ibnu Riyanto saat ini sudah menjelma menjadi seorang entrepreneur muda yang sukses, dan menjadi salah satu tokoh muda yang berpengaruh di Indonesia.

Setidaknya ada 5 kunci keberhasilan seorang Ibnu Riyanto yang diulas dibuku ini

Keluarga

Peran dari keluarga terutama doa dari orang tua dan istri, merupakan faktor utama kesuksesan yang saat ini diraih oleh Ibnu. Kehidupan Ibnu yang surut di waktu muda sering merepotkan orang banyak, membuat orang terdekat Ibnu kecewa, namun berkat doa dan kesabaran orang tua ditambah hadirnya sally di kehidupan Ibnu, menjadikan titik balik Ibnu yang awalnya doyan nongkrong di Mall dan diskotek, beralih nongkrong ke masjid, seminar bisnis, bahkan saat ini sudah menjadi pembicara binis nasional.

Action

Keberhasil Ibnu tidak terlepas dari keberaniannya untuk memulai langkah pertamanya, seorang Ibnu tidak malu untuk memulai usaha dari reseler kain, pengecer kain door to door mulai dari Cirebon, Bandung hingga Jakarta. Namun karena kejujuran dan keuletan Ibnu yang ngga pernah mau berdiam diri, Ibnu bisa mendapatkan kepercaya dari produsen kain tanpa harus membayar cash dan rekanan bisnis lainnya, bahkan mendapatkan kepercayaan rekan bisnis lainnya hingga dapat membesarkan binis “Batik Trusmi” seperti saat ini.

Bangkit ketika tertipu

Tidak dikatakan pengusaha kalau belum pernah merasakan kegagalan dan tertipu, tidak terkecuali seorang Ibnu Riyanto. Ibnu sendiri pernah tertipu oleh pemebeli yang pada akhirnya tidak pernah membayar barang yang sudah dikirim, membeli kendaraan yang tidak ada kelengkapan dokumen dan ditagih oleh “Juru Tagih”, Yang berbeda dari kebanyakan orang awam, seorang Ibnu tidak larut dalam kegagalan dan tidak menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi, Ibnu bangkit mencari peluang dan memulai lagi tanpa kenal kata berhenti.

Semut mengalahkan gajah

Konsep yang diterapkan Ibnu “semut mengalahkan gajah” sedikit banyak mirip dengan konsep ATM (adopsi, tiru dan modofikasi) yang masyarakat umum kenal. Setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilalui sebelum bisa mengalahkan gajah. Pertama tempel diantara gajah, tahap ini sangat baik dilakukan untuk dilakukan orang yang baru merintis bisnis atau skala bisnisnya belum besar, karena minim risiko dan mudah untuk dilakukan, contoh menjadi reseller produk dari para gajah (produsen yang menguasai pasar).

Kedua Bermental seperti gajah, artinya meniru karakter dan habit para gajah (pengusaha yang sudah terbukti sukses dan berhasil) seperti integritas, displin dengan target, eksekusi, menunda kesenangan, berlatih dan semangat belajar.

Ketiga cerdas dan kreatif, kelanjutan dari tahap dua, di saat kita sudah bisa menyerupai gajah,  maka kita harus lebih baik dari gajah dari sisi penampilan, ukuran atau parameter lainnya. Kuncinya lakukan lebih baik dari gajah yang lain, semisal jaringn konsumen, di samping pemanfaatan media offline dan online, Ibnu melakukan acara unik, dia mengundang para pesohor dan para pejabat untuk hadir diacara “pecahkan rekor muri”, yang acara tersebut diliput oleh media lokal dan dan nasional.

Pemimpin sebenarnya

“Ketika belum sukses, kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi dan memimpin diri sendiri” dan ketika sudah sukses, kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi orang lain dan memimpin orang lain”. Setidaknya quotes kepemimpinan ini yang diterapkan oleh Ibnu, artinya semakin banyak kita memberi hal postif kepada orang lain, maka semakin banyak pula yang didapat dari orang lain. Ibnu tidak segan-segan memberikan reward untuk pegawai yang teladan dan yang berkontribusi kepada perusahaan, mendirikan rumah tahfiz al-quran, berbagi pada masyarakat dan berbagi sharing bisni di komunitas-komunitas di Indonesia.

“THE END”

“Nah”, teman –teman itu sekilas 5 rahasia dapur Ibnu Riyanto, untuk yang ingin tahu lebih detail bisa langsung datang ke toko buku terdekat ya.

“See you on the next books”, keep read, learn and share”

Sumber gambar :

www.bukukita.com; www.margaapsari.com; www.tempo.com; www.jarhie.com;

The post Muslim Muda miliarder first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/02/04/2020/muslim-muda-miliarder/feed/ 0
Marketing To The Middle Class Moslem https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/ https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/#respond Tue, 24 Mar 2020 03:52:39 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=148 Marketing To The Middle Class Moslem (Kenali Perubahannya, pahami perilakunya, petakan strateginya); Penulis Yuswohady; Cetakan Kedua Juni 2015; Penerbit PT. Gramedia. Dari sisi penampilan data serta ulasan, buku pemasaran yang satu ini mengulas 2 topik besar, yaitu perubahan, perilaku konsumen dan strategi serta tatik pemasaran. Buku ini merupakan buku hasil riset yang dilakukan penulis. Buku …

The post Marketing To The Middle Class Moslem first appeared on kakaarvi.com.]]>
Marketing To The Middle Class Moslem (Kenali Perubahannya, pahami perilakunya, petakan strateginya); Penulis Yuswohady; Cetakan Kedua Juni 2015; Penerbit PT. Gramedia.

Dari sisi penampilan data serta ulasan, buku pemasaran yang satu ini mengulas 2 topik besar, yaitu perubahan, perilaku konsumen dan strategi serta tatik pemasaran. Buku ini merupakan buku hasil riset yang dilakukan penulis. Buku ini mengulas pasar yang menggiurkan di Indonesia, khusunya middle class mosliem, baik itu perubahan orientasi, perilaku, kegemaran hingga strategi untuk menargetkan menjadi pasar yang menggiurkan, bukan hanya saja dari niche (ceruk) tapi merubah menjadi mainstream (massal).

Sesuai dengan topik pada bagian pertama, “Mengenai Perubahan dan Perilaku Konsumen”, di buku ini diulas tentang studi kasus menjamurnya komunitas “hijabers”, “wisata halal”, makanan halal, kosmetik halal, bank syariah, asuransi & investasi syariah, islamic pop & nasyid, hotel syariah, islamic parenting, komunitas zakat & sedekah dan ngga ketinggalan komunitas pengajian di masjid dan mushala mall.

Benang merahnya, ternyata semakin sejahtera ternyata semakin religius dan semakin peduli dengan namanya halal dan nilai islami. Contoh hijab, tampilnya artis-artis sebagai role model, kemudahan mengakses tutorial hijab di media sosial, serta tampilnya desainer seperti “Dian Pelangi” yang mengampanyekan hijab sedikit banyak menciptakan efek riakan air untuk memberikan kesadaran menggunakan hijab. Ini ditambah lagi dengan menjamurnya pengajian-pengajian yang dinahkodai oleh ustad dan ustadzah (yang mempunyai jadwal khusus di televisi) semakin menyebarkan virus-virus kebaikan tersebar dengan cepat. Tidak mengherankan kalau kita mencoba mengecek di FB ads muncul kategori nama ustad/ustadzah serta komunitas hijab dan influencer yang mengangkat nilai Islami “woooooow”.

Contoh lain yang mudah dilihat adalah berlombanya stasiun televisi menanyangkan sinetron-sinetron islami, bahkan berani tampil di prime utama. Sebut saja salah satunya “Tukang Bubur Naik Haji”, entah sudah berapa episode sinetron ini tampil menghimbur masyarakat indonesia. Padahal dulu tayangan islami hanya ada pada saat Bulan Ramadhan.

Tidak ketinggalan soal makanan, setiap pembeli akan mengecek terlebih dulu ada atau tidaknya simbol MUI. Bahkan saking pedulinya mengecek langsung ke situs MUI untuk memastikan kehalalannya.

Pada bagian kedua buku ini merupakan bagian terpenting, bagian ini memaparkan bagaimana strategi pemasaran dengan segmen pasar khususnya “middle class moslem”. Pangsa pasar “middle class muslim” terbagi menjadi empat kuadran sosok konsumen. Yaitu “Apathist “ (Spritual value rendah dan emotional value rendah “emang gua pikirin”), “Rationalist” (Spritual value rendah dan emotional value tinggi “gue dapet apa?”), “Universalist” (Spritual value tinggi dan emotional value tinggi “islami itu penting?”) dan terakhir “Conformist” (Spritual value tinggi dan emotional value rendah “pokoknya harus islam?”).

#1 The Principle Of Customer

Dalam mengonsumsi produk dan jasa, mereka tidak hanya sekadar mencari manfaat fungsional tetapi mereka mencari manfaat emosional. sehingga formula nilai konsumen bukan lagi emotional benefit + functional benefit per cost, tapi emotional benefit + functional benefit + spiritual benefit per cost.

#2 The Principle Of Competition

Suatu merek harus menjadi role model bagi para konsumen. Untuk konsumen yang “Apathist “ harga akan menjadi pertimbangan yang utama, “Rationalist” selain harga fuctional benefit akan jadi pertimbangan (but one get one), “Universalist” functional benefit dan spiritual benefit (produk yg islami), “Conformist” (dari hulu ke hilir harus islami.

#3 The Principle Of Positioning

Untuk mengambil hati kelas menengah muslim, merek harus ramah-bersahabat, harus menyerap sebanyak mungkin pengaruh-pengaruh dari luar islam secara positif lalu mengambil manfaat positif untuk mengenyahkan yang negatif. Sebagai contoh pada saat kemunculan Bank Syariah Mandiri (BSM), bank ini tampil mengangkat jargon “Menjalankan misi membangun peradaban ekonomi yang mulia”, “ BSM akan membangun semangat keakhlakan, kemanusiaan, keadaban dan peradaban. Menampilkan islam dengan wajahnya yang benar, menebarkan bukt-bukti kasih sayang Allah bagi manusia dan semesta raya”.

#4 The Principle Of Differentiation (membangun autentik melalui komitmen dan passion dengan menciptakan DNA sendiri)

Nilai autentik yang sangat baik dilakukan oleh “Wardah”. Sejak awal kemunculannya, produk satu ini memosisikan diri sebagai produk kosmetik halal dengan moto “Suci dan Aman” dan mensponsori setiap acara-acara islami sekolah, kampus hingga masyarakat dari dulu hingga kini. Konsistensi yang dilakukan selama 20 tahun, kini menjadikan wardah mampu menjadi category bulider dibandingan merek lain yang hanya sebagai pemain medioker.

#5 The Principle Of Value (Offer unique value)

Universal value merupakan product benefit (emotional benefit + functional benefit) + spiritual benefit per cost. Maka untuk memenangkan persaingan di pasar muslim, merek harus mampu menghasilkan unique universal value ke konsumen dengan menyeimbangkan manfaat produk dan manfaat spiritual.

#6 The Principle Of Engagement (Connect your customer)

Kaum muslim merupakan kelompok sosial yang memiliki kesamaan tujuan, tujuan mereka mencapai keselamatan di dunia dan akhirat dengan selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya serta memiliki kesamaan nilai-nilai (common value) dan perilaku (common behaviour). Karena default kaum muslim adalah sebuah komunitas, maka pendekatan pemasaran adalah melalui kominitas. Tapi memposisikan merek bukan sebagai produsen tetapi sebagai bagian dari komunitas.

Ok. Untuk lebih detailnya, teman-teman bisa langsung ke toko buku terdekat untuk mendapatkan buku ini. sebagi tambahan informasi, di buku ini disertakan juga templete (strategic brand analysis, brand value proposition, brand positioning, brand essence & core message dan integrated brand communication) yang akan mempermudah teman-teman menganalisis pasar, target market serta metode pemasaran yang tepat untuk merek dan produk teman-teman.

“See you on next books”, keep read, learn and share”

Sumber gambar

yuswohady.com; slideshare.net; inventure.id

The post Marketing To The Middle Class Moslem first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/feed/ 0
There Is No Shortcut To Success https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/ https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/#respond Sat, 21 Mar 2020 22:55:44 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=126 There Is No Shortcut To Success I.M. Eddy Sutrisno Penerbit PT. Gramedia Cetakan kedua 2017 Buku satu ini menceritakan perjalan dari “0” seorang yang bernama Eddy Sutrisno, yang merupakan salah satu pengusaha indonesia yang bergerak di bidang kontraktor dan hotel. Prolog buku ini merupakan bagian yang bikin haru dan sarat makna terkait kesederhanaan, perjuangan, proses …

The post There Is No Shortcut To Success first appeared on kakaarvi.com.]]>
There Is No Shortcut To Success

I.M. Eddy Sutrisno

Penerbit PT. Gramedia

Cetakan kedua 2017

Buku satu ini menceritakan perjalan dari “0” seorang yang bernama Eddy Sutrisno, yang merupakan salah satu pengusaha indonesia yang bergerak di bidang kontraktor dan hotel.

Prolog buku ini merupakan bagian yang bikin haru dan sarat makna terkait kesederhanaan, perjuangan, proses yang tidak instan untuk memperjuangkan mimpi, kesetiaan, cinta pada keluarga, mengejar pengetahuan dan tekad yang kuat.

Seorang Eddy Sutrisno tidak dibesarkan dan dilahirkan dari lingkungan orang yang berada, dia dibesarkan di rumah berukuran 6 m x 15 m, yang harus berbagi dengan 9 orang (kakak dan adiknya) yang tinggal di rumah tersebut, hingga saking sulitnya kondisi ekonomi orang tuanya pada saat itu, setiap masak sayur akan lebih banyak kuahnya dan juga apabila memasak telur, 1 telur akan dicampur tempung sehingga bisa untuk 9 anak.

Latar belakang keluarga yang bukan dari keluarga berada, tidak menjadi halangan seorang Eddy Sutrisno untuk bangkit dari keterpurukan. Naluri bisnis seorang eddy terasah ketika memulai berjualan di Pasar Yaik Permai Semarang, di pasar tersebut dia pernah berjualan ampas kecap hingga jaket, yang hasil keuntungannya dia simpan untuk kebutuhan sehari-hari dan buku sekolah. Keahlian bisnis semakin diasah ketika menjalani peran sebagai mahasiswa dan agen roti di Bandung, hingga bersama dengan sang kakak merintis usaha di bidang kontraktor di jakarta.

Dari buku ini “Om Eddy” Mengulas mengenai kunci untuk menjadi pengusaha yang sukses. Setidaknya ada Ada 6 kunci untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Pengusaha Belajar Dari Alam

Seorang pengusaha tidak dibentuk secara dadakan, tetapi pada prosesnya ada bertubi-tubi masalah yang mengharuskan untuk bertahan, mental yang tidak mudah menyerah pada keadaan. Beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha antara lain: Bisnis bukan hanya sekedar teori buku, sehingga harus ada proses belajar dan action; Fokus pada pilihan bisnis; Jeli melihat peluang dari kesempitan; Fokus pada kepuasan konsumen; jeli menghadapi persaingan; Mempunyai mental yang tidak mudah menyerah Mempunyai kemampuan bertahan disaat kondisi tidak menguntungkan.

Modal Bukan Segalanya

Tahap pertama memulai bisnis mulailah yang sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar, sebisa mungkin yang tidak memerlukan modal. Namun bila memang memerlukan modal bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu: Pertama dengan cara menabung, menyisihkan sebagian dari hasil bisnis yang ada atau dari upah yang diterima per bulannya. Kedua berkongsi, artinya menggunakan dana pribadi dan orang lain (skema sharing kepemilikan atau bagi hasil).

Yang harus diingat ketika menjalankan bisnis, uang bisnis bukanlah uang milik pribadi, sehingga pada pelaksanaannya harus dipisahkan antara kedua jenis uang tersebut.

Bertempur Di Lapangan

Di lapangan, banyak pengusaha yang bergerak di bidang yang sama, jika ingin menjadi yang terdepan, seorang pengusaha harus memastikan kualitas produk dengan mengenali detail proses kerja, kemampuan marketing yang handal (siapa dan bagaimana market yang dituju) dan pengemasan produk yang baik (kreativitas dan imajinasi terhadap produk).

Ekspansi/Manuver

Seorang pengusaha wajib mencintai produk dan bisnisnya, karena dengan mencintai produk dan bisnisnya, akan menumbuhkan semangat untuk belajar dan memahami lebih dalam, sehingga seorang pengusaha dapat dengan mudah memutuskan apakah akan melakukan ekspansi atau melakukan manuver beralih ke bisnis yang lain.

Prinsip Menuju Sukses

Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses harus mempunyai karakter sebagi berikut: disiplin (kinerja, menghargai waktu, perencanaan), Ulet, jujur, giat menabung, gigih belajar, bangun mimpi, kembangkan jaringan dan bertawakal pada tuhan.

Keseimbangan

Sesuai dengan kata bijak “Uang tidak bisa memebeli kebahagian”. Seorang pengusaha sukses di tuntut untuk dapat menyeimbangan antara bisnis dengan keluarga, jolah raga, bersyukur atas nikmat yang diberikan tuhan dan relasi. karena apalah artinya uang jika kondisi badan tidak sehat, kelurga berantakan, dengan relasi tidak harmonis.

 

“Nah”. Untuk detailnya teman-teman bisa ke toko buku terdekat, pastinya ngga akan menyesal beli dan baca buku ini.

 

“See you on next books”, keep read, learn and share”

Sumber gambar

www.gpu.id, www.canvasby.com, www.yourdost.com, www.steemkr.com, www.teepublic.com

 

The post There Is No Shortcut To Success first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/feed/ 0
Penyelesaian masalah tanpa masalah https://bookinsight.kakaarvi.com/14/03/2020/ipenyelesaian-masalah-tanpa-masalah/ https://bookinsight.kakaarvi.com/14/03/2020/ipenyelesaian-masalah-tanpa-masalah/#respond Sat, 14 Mar 2020 04:42:27 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=61 IT’S NOT ABOUT THE SHARK (Terobosan Baru Dalam Penyelesaian Masalah) David Niven, Ph.D Cetakan Pertama Tahun 2017 Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama Memang sesuai dengan temanya “ Terobosan Baru”, di buku ini diulas cara menaklukan masalah dengan pendekatan yang berbeda namun sudah terbukti berhasil. “Nah” sedikit nyentrik dari buku ini ada pada bagian sampul buku …

The post Penyelesaian masalah tanpa masalah first appeared on kakaarvi.com.]]>
IT’S NOT ABOUT THE SHARK

(Terobosan Baru Dalam Penyelesaian Masalah)

David Niven, Ph.D

Cetakan Pertama Tahun 2017

Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama

Memang sesuai dengan temanya “ Terobosan Baru”, di buku ini diulas cara menaklukan masalah dengan pendekatan yang berbeda namun sudah terbukti berhasil. “Nah” sedikit nyentrik dari buku ini ada pada bagian sampul buku yang bergambar gigi hiu. Dari sampul yang bergambar gigi hiu saja, buku ini memang tidak seperti buku buku mangement, pengembangan diri atau pun motivasi, alih-alih mungkin akan lebih banyak menerjemahkan “ini buku seri detektif”.

Nah terlepas dari sampul bukunya, isi buku ini padat akan informasi, setiap bab diawali dengan peristiwa yang nyata terjadi, dilanjutkan hasil riset para ahli psikologi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dan diakhiri kesimpulan dan tips di setiap akhir bab.

Penulis “Om David” menawarkan 10 solusi untuk menyelesaiakan masalah tanpa masalah. Nah 10 solusi tersebut sebagai berikut:

Jangan terpokus pada masalah dan yang harus dihindari

Berlatar belakang proses pembuatan film “Jaws” yang disutradarai oleh Om Steven Spielberg. Film ini menceritakan teror Hiu yang menyerang Pantai Jersey. Ternyata dibalik kesuksesan film ini terdapat permasalahan pada robot hiu. Robot hiu yang dibuat dari kombinasi, kulit sintetis, peranti elektronik yang terbuat dari logam, mengalami korosi yang disebabkan abrasi air laut, alih-alih menimbulkan efek yang menyeramkan, robot hiu ini sering kali rusak di bagian komponen dalam dan bagian luarnya mengembang seperti balon dan kerusakan hiu ini berlangsung setiap proses suting dan membuat frustrasi crew film.

Sebagai seorang sutradara, om steven dihadapkan oleh dua pilihan, fokus pada masalah “Sang Hiu” melakukan riset kembali membuat robot hiu dari awal, yang pastinya film akan terancam batal atau melakukan alternatif solusi lainnya. Memang bukan “Steven Spielberg” kalau tidak punya strategi yang moncer. Alih-alih fokus pada masalah (kerusakan robot hiu), Om Steven memilih untuk membuat film tanpa kehadiran hiu secara utuh, tapi membuat efek yang menyeramkan di saat tidak ada hiu.

Memang dengan kecerdikannya membuat film ini termasuk film yang sukses, bahkan dipuji oleh kritikus film sebagai film yang menyeramakan pada bagian yang tidak ada hiunya.

Solusi pertama, untuk menyelesaikan masalah jang hanya terfokus pada sumber masalah.

Abaikan ketakutan

Pada akhir Tahun 1990, ada serial film di jaringan televisi NBC yang menyebabkan NBC meraup keuntungan tahunan 200 juta dolar. Siapa sangka pada awal riset serial film ini menuai pro dan kontra di internal NBC. Pada awal uji coba serial “Seinfeld”, banyak komentar dari para pemirsa TV yang tidak menyukai acara tersebut karena karakter, setting ruang dan ceritanya.

Hasil yang tidak memuaskan dari ujicoba ini, menyebabkan penayangan “Seinfeld” dibatalkan untuk satu musim dan diganti dengan serial “Sister Kate” yang hasil uji cobanya lebih mendapatkan tanggapan postif dari para pemirsa.

Tetapi siapa sangka “Sister Kate” yang pada uji coba diterima baik, malah tidak ditayangkan satu musim penuh karena membosankan. Kejadian ini menyebakan para NBC mau tidak mau menayangkan “Seinfeld”, meskipun ada ketakutan dari eksekutif NBC menayangkan “Seinfeld”.

Namun tanpa disangka-sangka terjadi 1800, Serial “Seinfeld” malah diputar satu musim penuh dan penyumbang keuntungan terbesar. Kejadian ini memang membuat para eksekutif NBC menyadari “ Ketakutan yang disebabkan hasil riset “Seinfeld” yang tidak memuaskan menyebabkan tidak mampu bergerak, tidak mampu membuat alternatif cara, solusi dan peluang.

Solusi kedua, abaikan ketakutan yang ditimbulkan masalah tersebut, hadapi dan cari peluang.

Persepsi kita mengenai masalah

Orang di dunia ini yang lahir sebelum era tahun 1990, pastinya tidak asing dengan nama “The Beatles” dan sang vokalis “John Lenon”. Tetapi dibalik kesuksesan ada cerita perjuangan getir ‘Jonh Lenon” untuk bangkit dan terus bergerak meskipun mendapat vonis “tidak akan pernah sukses”.

John lenon selama sekolah di Quarry Bank School bukan termasuk murid yang memperlihatkan potensi gemilang, justru yang terjadi sebaliknya, Om John kerap mendapatkan tindakan disiplin terus menerus dan pada tahun ke-4 dibuang ke kelompok C ditambah setiap mendapat raport selalu disertai kalimat “Sudah berada di jalan menuju kegagalan”, “Tidak punya harapan” dan “tidak punya massa depan”.

Di balik semua penilaian terhadap dirinya, Om john ternyata seorang kutu buku dan tidak pernah percaya pendapat penilaian orang mengenai dirinya. Om John lenon terus berkaya dan hingga kini menjadi seorang musisi yang berpengaruh dan menjadi seorang legenda.

Solusi ketiga, persepsi terhadap suatu masalah akan berpengaruh akan menjadi apa dikemudian hari.

Upaya yang keras belum tentu menyelesaikan masalah

Pada tahun 1940-an, petugas pemadam kebakaran hutan U.S Forest Service bertugas untuk memadamkan kebakaran di Mann Gulch di belantara Montana. Pada saat akan mulai proses pemadaman terjadi hal yang tidak terduga, api bergerak cepat ke ngarai tempat mereka berkumpul. Wag Dodge sang pemimpin memeritahkan untuk mundur dan bergerak cepat. Dodge sadar mereka tidak akan selamat dari kejaran api apabila tetap membawa perlatan, Dodge memerintahkan untuk meninggalkan peralatan mereka. Namun anak buahnya tidak ada yang mau mendengarkan, karena dengan meninggalkan perlatan berlawanan dengan keyakinan, perlalatan adalah bagian dari mereka, jati diri mereka. Dengan peralatan yang mereka bawa, mereka adalah pemadam kebakaran.

Putus asa dengan anak buahnya, Dodge mengeluarkan sebuah perintah baru untuk membuat api disekitar mereka, tujuannya untuk menciptakan sebuah ruang agar api yang membakar hutan tidak menemukan sesuatu yang bisa dibakar. Namun anak buah Dodge keberatan, karena mereka meyakini menyalakan api baru adalah taktik untuk menghentikan api bukan untuk berlindung dari apa yang lebih besar.

Sementara Dodge menjalankan rencana, menyalakan ruang api baru untuk berlindung, anak buahnya tetap membawa perlalatan mereka dan tetap berlari. “Dari lima belas anggotanya hanya dua orang selamat”.

Solisi keempat, fokus terhadap masalah dan menganggap masalah tersebut dapat diselasaikan dengan satu solusi justru akan menambah masalah.

Menambah orang belum tentu mempercepat adanya solusi

Pada bab lima di buku ini, terdapat kisah sederhana namun bermakna dalam, dikisahkan pernikahan antara Jordan dan Aaron. Diawali dengan niat baik dari kedua mempelai, mereka ingin pernikahan mereka menjadi momen sekali seumur hidup yang tidak terlupakan, maka dilakukanlah pertemuan kedua keluarga untuk menentukan konsep, makanan, lokasi hingga band pengisi acara. Nah meskipun pernikahan sesuai dengan hari H yang direncanakan, tetapi ternyata dengan melibatkan banyak orang ternyata menimbulkan perdebatan, perselisihan dan hampir membuat pernikahan diundur waktu pelaksanaannya.

Solusi kelima, asumsi banyak orang, banyak kepala akan banyak solusi tidak selalu sesuai malah yang terjadi sebaliknya.

Percaya diri yang besar bisa menambah masalah

Pada kisah ini dikisahkan mengenai dr. Swango yang terkait kematiain misterius pasien di Rumah Sakit di Amerika dan beberapa negara lainnya. Cerita berawal ketika dr. Swango diterima program magang di Ohio State University, ternyata secara diam-diam dr Swango menyuntikan racun hingga beberapa pasien mengalami kematian mendadak, bahkan ketika dr. Swango tahu jika dia akan dikeluarkan, terjadi kenaikan jumlah kematian mendadak dan misterius.

Ada beberapa saksi dari pasien dan perawat yang melihat dr. Swango yang melihat membawa jarum suntik sebelum terjadinya kematian mendadak pasien. Meskipun demikian pimpinan rumah sakit menyimpulkan sangat tidak masuk akal bahwa seorang dokter akan mencelakai orang lain. Pada akhirnya di pengadilan, dr. Swango mengakui semua perbuatannya membubuh pasien di Amerika Serikat dan beberapa negara.

Solusi keenam, pertimbangkan fakta yang ada dan untuk tidak terlalu percaya diri.

Definisi ulang masalah

Dikisahkan pengejaran yang dilakukan FBI untuk mencari buronan James “whitey” Bulger selama delapan belas tahun. FBI menggunakan asumsi bos mafia yang hidup bergelimpangan harta dan hidup bermewah-mewah. Menggunakan asumsi tersebut perburuan FBI tidak menuai hasil, semua tempat mewah di dunia ini sudah dicari dan tidak berhasil.

Pada akhirnya FBI mendefinisikan ulang kembali masalah dan solusinya, FBI kembali ke konsep tempat yang biasanya orang umur 84 tahun melakukan aktivitas sehari-hari dan menyebarkan poster-poster di pasar, jalan-jalan terpencil. Tak lama memang akhirnya sang buronan delapan belas tahun ditemukan di sudut jalan kecil, sedang memberikan makan kucing dan burung merpati.

Solusi ketujuh, rubah cara pandang dan lihat dari segala kemungkinan

Meninggalkan masalah sejenak

Dikisahkan sebuah riset yang disebut “Godaan marshmallow”. Pada riset ini dibagi menjadi dua kelompok anak yang harus menatap terus-menerus marshmallow yang disimpan di depan meja. Kelompok kedua setiap beberapa menit diberikan jeda untuk tidak terus-menerus menatap marshmallow, secara rata-rata kelompok kedua (yang diberikan jeda) lebih tahan terhadap godaan marshmallow dibandingkan kelompok pertama (yang tidak diberikan jeda).

Soluasi kedelapan. Jedalah, jangan terlalu fokus terhadap masalah, karena ketika terlalu fokus akan menghambat munculnya solusi alternatif.

Berpikir terbalik

Salah satu kisah nyata yang cukup menarik adalah pemain yang diperlukan untuk menjadi tim tangguh, yang ditakuti lawan serta selalu meraih kemenangan. Secara logika dengan komposisi pemain yang terbaik pastinya akan menghasilkan tim yang selalu memperoleh kemenangan.

Namun faktual yang terjadi berkebalikan dengan kenyataan. Pada tahun 2013 tiga dari empat pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Utama Bisbol tidak memberikan kontribusi maksimal untuk timnya, dibandingkan dengan tim dengan komposisi pemain biasa.

Soluasi kesimbilan. Jangan hanya terfokus pada satu solusi, berpikir terbaliklah.

Ketika sudah menemukan jawaban dengarkan diri sendiri

Kekacauan dari suatu masalah adalah ketika telah menemukan solusi, tetapi orang lain akan mengatakan tidak, orang lain akan berbagi keraguan karena melihat masalah adalah masalah bukan melihat solusi dari masalah. Pikiran bebas adalah kekuatan, itu adalah akses menuju jawaban. Seringkali ketika situasinya genting satu kepala menciptakan aksi, sedangkan banyak kepala menciptakan kebimbangan dan keragu-raguan.

Soluasi kesepulun. Dengarkan diri sendiri lebih baik dari pada mendengarkan keraguan dari luar yang melihat masalah adalah masalah.

Nah untuk temen-temen, yang ingin menambah wawasan terkait problem solving atau yang saat ini menjadi pemimpin di kelompok, kantor dan sekolah, disaranin deh untuk baca buku ini karena masih banyak kisah dan riset menganai masalah yang menarik untuk dijadikan insight.

Mode on “Langsung ke toko buku terdekat” ya.

sumber gambar

kata.co.id; Edukasi101.com; pengertianilmu.com;tribunnews.com; gramedia.co.id

The post Penyelesaian masalah tanpa masalah first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/14/03/2020/ipenyelesaian-masalah-tanpa-masalah/feed/ 0