kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com Kumpulan resensi buku motivasi dan pengembangan diri untuk sama-sama belajar dan berbagi Wed, 22 Apr 2020 05:40:43 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 https://bookinsight.kakaarvi.com/wp-content/uploads/2022/10/WWW.KAKAARVI.COM_-300x300.jpg kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com 32 32 Man Jadda Wajada 2 https://bookinsight.kakaarvi.com/22/04/2020/man-jadda-wajada-2/ https://bookinsight.kakaarvi.com/22/04/2020/man-jadda-wajada-2/#respond Wed, 22 Apr 2020 05:40:43 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=271 Akbar Zainudin Gramedia Pustaka Utama Cetakan ke-4, April 2015 Buku Man Jadda Wajada kedua, merupakan kelanjutan dari Buku Man Jadda Wajada pertama. Perbedaannya, di buku yang pertama menekankan pada pengenalan diri sendiri, mulai dari mind set, pengembangan potensi diri dan menyusun rencana aksi. Sedangkan pada buku yang kedua lebih pada aplikasi di kehidupan sehari-hari. Buku …

The post Man Jadda Wajada 2 first appeared on kakaarvi.com.]]>
Sumber gambar www.gramedia.com

Akbar Zainudin

Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke-4, April 2015

Buku Man Jadda Wajada kedua, merupakan kelanjutan dari Buku Man Jadda Wajada pertama. Perbedaannya, di buku yang pertama menekankan pada pengenalan diri sendiri, mulai dari mind set, pengembangan potensi diri dan menyusun rencana aksi. Sedangkan pada buku yang kedua lebih pada aplikasi di kehidupan sehari-hari.

Buku ini di bagi kedalam 3 bagian. Pertama, keberanian untuk memulai. Kedua, menikmati proses dan perjalanan hidup. Ketiga, lebih kuat dalam bertahan hidup.

Anda butuh keberanian untuk memulai

  • Berani
    Sebagus-bagusnya rencana, tapi tanpa tindakan tidak akan menghasilkan sesuatu, maka perlu keberanian untuk memulai sesuatu yang besar. Untuk memulainya buatlah rencana detail, percaya diri dengan yang direncanakan dan hilangkan rasa takut gagal, dan pada pelaksanaannya cintailah pekerjaan tersebut dengan penuh dengan cinta.
  • Kreatif
    Kreatif berarti melakukan sesuatu dengan cara yang beda, baik itu tindakan ataupun produk yang diciptakan. Untuk menjadi kreatif bisa dimulai dengan mencari informasi mengenai yang akan dilakukan atau dicipitakan dari media elektronik maupun media cetak atau komunitas, kemudian melakukan evaluasi terhadap metode dan melakukan modifikasi.
  • Keluar dari keterpurukan
    ikan yang hidup di air deras akan lebih mudah bertahan dan beradaptasi, dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tenang, maka untuk menjadi pribadi yang tangguh beradaptasilah dengan lingkungan dan perubahan yang terjadi.
  • Pertimbangan matang
    Untuk memulai sesuatu yang baru terutama berkaitan dengan karir dan masa depan, pastinya akan menuai pro dan kontra di awalnya, maka lakukan persiapan, milikilah tabungan minimal untuk 1 tahun, berusahalah untuk meyakinkan keluarga, pelajari ilmu yang terkait, kenali risiko dan buatlah pertimbangan  keputusan.

    Sumber gambar www.pinterest.com

Menikmati proses dan perjalanan hidup

  • Karakter pemenang
    Karakter pemenang merupakan karakter yang menolak untuk menyerah, seorang pemenang akan terus berjalan mengejar apa yang diyakini dan direncanakan. Seorang pemenang tidak takut salah, seorang pemenang akan belajar dari kesalahan di masa lalu, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan untuk masa depan yang lebih baik.
  • Target
    Tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba, maka pecah impian besar tersebut menajadi target – target kecil yang mudah untuk dikerjakan, dan fokus pada target tersebut.
  • Kondisi terpuruk
    Terpuruk umumnya terjadi pada saat mengalami kegagalan, Seorang pemenang tidak akan larut pada keterpurukan, malah seorang pemenang akan menjadikan momentum keterpurukan untuk bahan evaluasi diri.  Maka ibarat proses metemorfosa ulat menjadi kupu-kupu, proses pada saat menjadi kepompong, adalah proses bangkit dari keterpurukan untuk menjadi kupu-kupu pemenang.

Pemenang tidak pernah berhenti

  • Gagal
    Gagal bukanlah aib, gagal bukanlah informasi kalau kita tidak bisa melakukannnya. Tepai gagal adalah selangkah menuju keberhasilan, karena dengan gagal kita telah mengurangi jatah pintu kegagalan menuju keberhasilan.
  • Sinergis
    Untuk memperkecil risiko kegagalan, bisa dengan melakukan kerjasama dengan pihak lain, baik itu teman, saudara, ataupun pihak lainnya. Manfaatnya dari bersinergis, adalah hal besar akan mudah dicapai. Tetapi yang perlu diingat ketika melakukan kerjasama adalah saling menjaga kepercayaan, jika tidak tidak bisa menjaga kepercayaan, maka cepat atau lambat akan menciptakan permasalahan di kemudian hari.
  • Persaingan
    Persaingan akan selalu ada dikarenakan keinginan yang sama, perbedaan kepentingan atau ketidakpuasan, maka janganlah berhenti berlatih dan menambah ilmu. Jika tidak, maka bersiaplah dikalahkan oleh kompetitor.
The post Man Jadda Wajada 2 first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/22/04/2020/man-jadda-wajada-2/feed/ 0
Man Jadda Wajada 1 https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/ https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/#respond Mon, 20 Apr 2020 22:40:04 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=260 Akbar Zainudin Gramedia Pustaka Utama Cetakan ke-2, Februari 2010 Buku Man Jadda Wajada, merupakan kumpulan kata-kata mutiara, yang kemudian di narasikan dan dikelompokan ke dalam 3 bagian. Bagian pertama buku ini mengulas bagaimana merubah cara pandang agar selalu berpikiran positif (merubah paradigma), bagian kedua mengenai cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki (mengenal diri) dan bagian …

The post Man Jadda Wajada 1 first appeared on kakaarvi.com.]]>
Sumber gambar www.gramedia.com

Akbar Zainudin

Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke-2, Februari 2010

Buku Man Jadda Wajada, merupakan kumpulan kata-kata mutiara, yang kemudian di narasikan dan dikelompokan ke dalam 3 bagian. Bagian pertama buku ini mengulas bagaimana merubah cara pandang agar selalu berpikiran positif (merubah paradigma), bagian kedua mengenai cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki (mengenal diri) dan bagian ketiga mengenai rencana aksi yang perlu dilakukan untuk mencapai mimpi-mimpinya (berkarya).

Merubah paradigma

  • Sukses
    Sukses itu relatif, karena pastinya setiap orang akan mempunyai kriteria sukses yang berbeda-beda. Tapi kesamaannya, sukes berawal dari sebuah impian dan keinginan kuat yang berasal dari hati paling dalam, tentang sesuatu yang ingin dicapai di masa depan dan perlu perjuangan untuk mendapatkannya.
  • Berpikiran positif
    Berpikir positif tidak hanya terbatas dari niat dan cara berpikir, tetapi bagaimana memaknai dan menerjemahkan secara positif setiap peristiwa untuk menghasilkan tindakan kontruktif.
  • Menjalani hidup
    Hidup bisa berasa indah ataupun pahit, itu bergantung kepada masing-masing individu, maka berusahalah untuk selalu optimis dan jauhi pesemis, dengan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah dan hambatan, sehingga hidup akan berasa indah dan berarti.
  • Percaya diri
    Percaya diri merupakan kemampuan diri untuk selalu mampu ketika akan melakukan sesuatu. Maka ketika akan melakukan
    sesuatu hindarilah kekuatiran berlebih, karena belum tentu ketakutan tesebut terjadi.
  • Ambisi
    Ambisi merupakan keinginan hasrat yang besar untuk mencapai yang kita inginkan dan  ambisilah yang akan menjaga lampu

    Sumber gambar www.dream.co.id

    impian agar tetap menyala, maka rawatlah ambisi, karena ambisilah yang akan menemani kita, ketika akan mengalahkan halangan.

  • Keajaiban diri
    Keberhasilan merupakan kombinasi antara waktu kerja keras dan optimis, maka keluarkanlah semua potensi yang dimiliki, selalu yakin, selalu optimis, selalu konsisten dan determinasi yang tinggi.
  • Bersyukur
    Selalu bersyukurlah atas  apa yang telah diberikan oleh Allah, karena Allah akan menambah nikmat hambaNya yang senantiasa bersyukur, dan ingatlah banyak orang yang kondisinya tidak seberuntung kita dan mungkin di bawah kita.
  • Yang harus dihindari
    Menghargai waktu merupakan salah satu ciri orang yang sukses,  maka jangan menghabiskan waktu dengan sesuatu yang ngga berguna, hindarilah kebiasaan mengeluh, berpikir negatif dan mengingat-ingat masa lalu yang pahit.

Mengenal diri

  • Potensi diri
    Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, dalamilah kelebihan yang dimiliki dan terimalah kekurangan, karena kekurangan merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari diri kita masing-masing.
  • Membuka potensi diri
    Jangan pernah puas dengan pencapaian yang sudah dicapai, jangan pernah puas dengan metoda yang digunakan, selalulah coba hal baru dan merubah cara.
  • Pengembangan diri
    Kembangkan kemampuan yang dimiliki dan kembangkan kemampuan lain yang bisa menunjang tercapainya impian.
  • Mengembangkan potensi
    Peka terhadap perubahan yang terjadi dan lihatlah peluang di sekitar yang mungkin bisa dikembangkan.
  • Kemampuan bersaing
  • Asahlah terus menerus kemampuan, keterampilan, pengetahuan, semangat belajar dan mental. Karena kompetitor akan selalu hadir di saat lengah.
Sumber gambar hellomotion.com

Berkarya

  • Hambatan
    Allah tidak akan mengujii melebihi kemampuan hambaNya. Jadi ini suatu jaminan akan ada ujian dan hambatan yang tidak akan melebihi kemampuan kita. Maka cara yang terbaik adalah menjadikan hambatan sebagai renungan dan proses perbaikan kedepannya.
  • Jaringan
    Besarnya jaringan menunjukan seberapa banyak orang percaya dan yakin dengan kita, Maka untuk memperbesar jejaring bangunlah kepercayaan dan kredibelitas dengan kejujuran dan keterbukaan.
  • Pencapaian
    Untuk meraih sesuatu tidak ada yang instan, maka pada prosesnya dibutuhkan kesabaran, keuletan dan kemampuan beradaftasi dengan perubahan.
  • Mendobrak
    Ada kalanya jalan yang dipilih merupakan jalan buntu atau penuh lubang. Maka ketika berhadapan dengan kegagalan atau hambatan, jangan hanya berpatokan pada satu tradisi, metode. Pikirkan dan gunakan langkah-langkah lain untuk mendobrak tradisi.
  • Prioritas
    Manusia hanya dilengkapi satu tubuh yang tidak bisa membelah diri pada satu kali waktu. Maka pilihlah yang akan dilakukan berdasarkan prioritas mulai dari yang penting dan mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak dan tidak penting dan tidak mendesak.
  • Kelebihan
    Setiap orang mempunyai kelebihan yang berbeda-beda. Janganlah berbangga diri dengan kelebihan yang dimiliki, ingatlah selalu diatas langit masih ada langit. Maka tetaplah rendah diri, jadilah seperti bintang, tinggi, kecil dan menerangi.
  • Momentum
    Keberhasilan merupakan kombinasi antara kesiapan diri dan peluang. Maka jangan berleha-leha, tetaplah mempersiapkan diri

    Sumber gambar www.quotefancy.com

    dengan kemauan dan kemampuan, karena momentum kesempatan jarang datang untuk kedua kalinya.

  • Pembelajar
    Belajarlah tanpa kenal henti dari siapapun. Pelajari bagamana cara berhasilnya supaya kita berhasil, dan pelajari gagalnya supaya tidak mengalami kegagalan yang serupa.

“The End”

“See You On The Next Book”, “Keep Learn And Share”

The post Man Jadda Wajada 1 first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/feed/ 0
STRAWBERRY GENERATION https://bookinsight.kakaarvi.com/18/04/2020/strawberry-generation/ https://bookinsight.kakaarvi.com/18/04/2020/strawberry-generation/#respond Sat, 18 Apr 2020 00:41:32 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=255 STRAWBERRY GENERATION Rhenald Kasali Penerbit Mizan Cetakan ke-3, Oktober 2017 Sesuai dengan namanya “Strawberry”, bentuknya menarik dan bagus dari luar, tetapi apabila sedikit saja jatuh atau disikat, maka bentuknya menjadi hancur dan tidak menarik untuk dilihat. Itulah yang dicoba Rhenald Kasali angkat di buku ini. Mengenai generasi yang bagus secara prestasi (generasi strawberry), tetapi begitu …

The post STRAWBERRY GENERATION first appeared on kakaarvi.com.]]>
sumber gambar www.goodread.com

STRAWBERRY GENERATION
Rhenald Kasali
Penerbit Mizan
Cetakan ke-3, Oktober 2017

Sesuai dengan namanya “Strawberry”, bentuknya menarik dan bagus dari luar, tetapi apabila sedikit saja jatuh atau disikat, maka bentuknya menjadi hancur dan tidak menarik untuk dilihat. Itulah yang dicoba Rhenald Kasali angkat di buku ini. Mengenai generasi yang bagus secara prestasi (generasi strawberry), tetapi begitu mengalami permasalahan, hambatan, kegagalan akan jatuh terburuk dan susah untuk bangkit.

Permasalahan ini muncul karena mind set dari para “generasi strawberry” yang memegang pakem fix mindset, artinya sudah merasa sempurna sehingga malas untuk berkembang, tidak menyukai tantangan, tidak menyukai kritikan dan enggan untuk terus belajar, baik itu belajar formal (institusi resmi) dan non formal (lingkungan sosial, organisasi, masyarakat).

Untuk mengatasi cognitive inflexibility yang dialami “generasi strawberry”, maka Rhenald Kasali memberikan solusi mengubah dari fixmindset menjadi growth mindset, sebagai berikut:

  • Pendekatan
    Generasi Y dan Z dikenal sebagai genasi hi-tech, sangat mudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi, baik itu gadget, peranti elektronik, akses  media sosial dan akses konten berita. Dengan mudahnya mengumpulkan informasi dan banyaknya masukan nilai dari luar, maka pendekatan pada generasi ini harus mengedepankan diskusi terbuka dua arah, melatih untuk mengambil keputusan, mengapresiasi sekecil apapun pencapain yang berhasil dicapai, menanamkan budi pekerti yang baik sedari kecil, melatih dan mengembangkan ke susuatu yang disukai, latih untuk berani mengambill risiko dengan mengerjakan sedikit hal tetapi yang tidak mudah dan kembangkan life skill (diluar sekolah).

    sumber gambar www.micromedium.com
  • Penanaman nilai moral
    Ajarkan keutamaan dan keluhuran dari kejujuran, serta perbaiki setiap kekurangan ketika diberi masukan ataupun kritikan dari lingkungan luar.
  • Ciptakan entrepreneur sedari dini
    Keberhasilan seseorang didapatkan 10% dari belajar dikelas, 20% melalui  sharing pengalaman dan 70% melalui pembelajaran setiap hari (Dave Ulrich & Norm Smallwood), maka didiklah sedari dini untuk belajar dari alam (di luar sekolah) dan tanamkan untuk berani gagal, keluar dari zona nyaman, berkarir lintas negara, serta tanamkan jiwa pengusaha sedari kecil dengan memulai sesuatu yang kecil.

    Sumber gambar www.expose.co.id
  • Pondasi mental
    Untuk mengubah dari fix mindset menjadi growth mindset dengan kata lain merubah dari karakter passenger, perlu dilakukan sedari dini, latihlah kemampuan berpikir bukan menghapal, jadilah mentor untuk mereka, untamakan kompetensi bukan teori, perbanyak belajar dari lingkungan informal, serta tanamkan untuk menjadi seekor rajawali yang berani terbang jauh keluar dari sarangnya dengan belajar ke luar negri sendirian.

Intisari dari buku ini jadilah seorang driver, yang kaya dengan ilmu informal di alam, serta memiliki kemampuan berpikir dan memahami sesuatu secara menyeluruh, bukan menjadi seorang passenger yang banyak wacana.

“The End”

 “See you on the next books”, keep read, learn and share”

The post STRAWBERRY GENERATION first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/18/04/2020/strawberry-generation/feed/ 0
Berpikir Tanpa Berpikir https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/ https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/#respond Fri, 03 Apr 2020 21:50:37 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=224 Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir Penulis Malcolm Gladwell Gramedia Pustaka Utama Cetakan kesembilanbelas November 2018 September 1983, seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California, untuk menawarkan kepada pihak museum sebuah Kouros (patung yunani kuno), sebuah patung batu pualam yang berumur abad keenam sebelum masehi, dengan harga 10 juta …

The post Berpikir Tanpa Berpikir first appeared on kakaarvi.com.]]>
Malcolm Gladwell

Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir

Penulis Malcolm Gladwell

Gramedia Pustaka Utama

Cetakan kesembilanbelas November 2018

September 1983, seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California, untuk menawarkan kepada pihak museum sebuah Kouros (patung yunani kuno), sebuah patung batu pualam yang berumur abad keenam sebelum masehi, dengan harga 10 juta usd.  Untuk mengindari beli kucing dalam karung, maka pihak museum meminjam kouros tersebut untuk dilakukan penyelidikan selama 14 bulan. Tidak tanggung-tanggung pihak museum mendatangkan geolog dan ahli di bidang terkait untuk diminta menganalisis kouros tersebut. Singkat cerita, dari penyelidikan tersebut diperoleh hasil jika “Kouros” tersebut asli, maka pada Tahun 1985, pihak museum sepakat untuk membeli kouros tersebut. dan pada Tahun 1986 kouros tersebut dipamerkan untuk pertama kalinya.

Meskipun demikian, beberapa pakar sejarah seni italia tidak setuju dengan pembelian kouros tersebut dan meragukan keasliannya, karena terdapat kejanggalan pada pahatan, termasuk keutuhan dari patung tersebut, karena jarang patung kuno yang berumur sama ditemukan dalam kondisi utuh tanpa cacat.

Lambat laut keraguan para ahli sejarah italia terjawab sudah. suatu hari datang seorang Thomas Hoving (mantan Direktur  Metropolitan Museum Of Art New York, yang malang melintang selama puluhan tahun di dunia seni) ke Museum J. Paul Getty. Kedatangan Thomas Hoving untuk memeriksa keaslian kouros tersebut. Tidak memerlukan waktu yang lama, ketika kain penutup kourus disingkap, setelah 2 detik pertama, seorang Thomas Hoving hanya berkata “kourus ini, Masih Segar (bukan barang kuno)” dan dunia seni dibuat gempar.

Kemampuan framming

Di buku ini diulas mengenai kemampuan seseorang melakukan framming pada 2 detik pertama, beserta bukti studi keilmuwan untuk menjawab pertanyaan, “mengapa seorang Thomas Hoving bisa melakukan analisis 2 detik pertama”, “tetapi keakurasiannya mendekati bahkan mengalahkan penelitian selama 14 bulan yang dilakukan Museum J. Paul Getty”.

Sejatinya setiap manusia dibekali kemampuan yang disebut kemampuan adaptif, yaitu kemampuan yang dapat mengambil kesimpulan (framming) dari suatu cuplikan sekilas suatu kejadian.

Pada awalnya, kemampuan adaptif ini dibentuk oleh manusia secara sengaja dengan cara melakukan sesuatu hal yang sama dalam waktu yang lama, lambat laun proses ini tanpa disadari direkam oleh pikiran bawah sadar dan menerjemahkannya ke dalam bentuk peristiwa dan pola.

Contoh sederhana framming di kehidupan sehari-hari. Pada awal kita belajar mengendarai kendaraan motor atau mobil pasti akan mengalami kesulitan mengombinasikan antara gas, kopling dan persneling, namun lambat laun seiring berjalannya waktu, pola cara mengendarai kendaraan tersebut terbentuk, sehingga mengendarai kendaraan sudah semudah mengendarai bom bom car, bahkan tanpa diperintah kita tahu kapan harus menginjak pedal gas, kopling atau rem.

Pikiran sadar VS Pikiran bawah sadar

Pada awal perekaman suatu aktivitas baru, pikiran sadar dan pikiran sadar sama-sama merekam aktivitas tersebut. Hanya bedanya, selain merekam, pikiran bawah sadar merangkai menjadi suatu pola dan menjadikannya mengalir tanpa disadari oleh pikiran sadar.

Jadi disaat pikiran sadar mengalami kebuntuan, pikiran bawah sadar akan terus menggali kemungkinan berdasarkan rekaman dan pola, dan setelah pikiran bawah sadar menemukan pola, maka pikiran sadar aktif kembali.

Batasan framming

Pada akhir tahun 1999, seorang pria bernama Diallo, sedang menikmati udara malam di selasar depan rumahnya. Tidak jauh dari tempat tinggal Diallo, mobil patroli polisi menghampiri Diallo. Melihat polisi datang menghampiri dan bertanya kepada Diallo, Diallo gugup dan mencoba lari, singkat cerita terjadilah penembakan oleh polisi yang menewaskan Diallo.

Setelah dilakukan penyidikan lebih dalam, didapatkan bukti-bukti yang mengejutkan. Pertama, ternyata Diallo seorang yang gagap dan berkebutuhan khusus, sehingga pada saat kejadian, Diallo akan kesulitan menjawab pertanyaan polisi. Kedua, tidak ditemukan senjata, hanya sebuah dompet yang dipegang di tangan kanan Diallo. Ketiga, tembakan peringatan yang dilakukan oleh polisi memantul di antara atap dan tembok selasar, sehingga polisi menyangka Diallo melepaskan tembakan.

Dari cuplikan kejadian diatas, tentunya dengan pengalaman jam terbang seorang polisi akan mempunyai kemampuan framming. Tetapi “mengapa pada saat kejadian, dari perawakan Diallo, polisi tidak bisa membedakan Diallo seorang penjahat atau bukan?”, “mengapa tidak bisa membedakan antara dompet dan pistol? Dan mengapa tidak bisa membedakan antara serpihan kayu dan peluru?.

Ternyata ketika dalam kondisi yang memaksa hormon adrenalin bekerja, pikiran sadar bekerja lebih ekstra dan menonaktifkan pikiran bawah sadar, semua akan direkam kedalam pikiran berdasarkan bukti yang dilihat, dan dalam waktu singkat pikiran sadar akan menyimpulkan suatu tindakan yang perlu dilakukan, sehingga pikiran bawah sadar tidak akan diberikan kesempatan untuk melakukan framming.

“The End”

OK, itu sedikit ulasan mengenai buku “Kemampuan Berpikit Tanpa Berpikir”, untuk lebih detainya teman-teman yang masih penasaran dengan kasus dan hasil penelitian para ilmuwan lainya di buku ini. “Teman-teman bisa datang langsung ke toko buku terdekat ya!”. “Selamat membaca”.

“See you on the next books”, keep read, learn and share”

 Sumber gambar

www.amazons.com; www.gladwellbooks.com; www.kompasiana.com; www.advertising-indonesia.id ; www.sains.kompas.com; www.dictio.id

The post Berpikir Tanpa Berpikir first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/feed/ 0