gramedia | kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com Kumpulan resensi buku motivasi dan pengembangan diri untuk sama-sama belajar dan berbagi Mon, 20 Apr 2020 23:03:47 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://bookinsight.kakaarvi.com/wp-content/uploads/2022/10/WWW.KAKAARVI.COM_-300x300.jpg gramedia | kakaarvi.com https://bookinsight.kakaarvi.com 32 32 Man Jadda Wajada 1 https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/ https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/#respond Mon, 20 Apr 2020 22:40:04 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=260 Akbar Zainudin Gramedia Pustaka Utama Cetakan ke-2, Februari 2010 Buku Man Jadda Wajada, merupakan kumpulan kata-kata mutiara, yang kemudian di narasikan dan dikelompokan ke dalam 3 bagian. Bagian pertama buku ini mengulas bagaimana merubah cara pandang agar selalu berpikiran positif (merubah paradigma), bagian kedua mengenai cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki (mengenal diri) dan bagian …

The post Man Jadda Wajada 1 first appeared on kakaarvi.com.]]>
Sumber gambar www.gramedia.com

Akbar Zainudin

Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke-2, Februari 2010

Buku Man Jadda Wajada, merupakan kumpulan kata-kata mutiara, yang kemudian di narasikan dan dikelompokan ke dalam 3 bagian. Bagian pertama buku ini mengulas bagaimana merubah cara pandang agar selalu berpikiran positif (merubah paradigma), bagian kedua mengenai cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki (mengenal diri) dan bagian ketiga mengenai rencana aksi yang perlu dilakukan untuk mencapai mimpi-mimpinya (berkarya).

Merubah paradigma

  • Sukses
    Sukses itu relatif, karena pastinya setiap orang akan mempunyai kriteria sukses yang berbeda-beda. Tapi kesamaannya, sukes berawal dari sebuah impian dan keinginan kuat yang berasal dari hati paling dalam, tentang sesuatu yang ingin dicapai di masa depan dan perlu perjuangan untuk mendapatkannya.
  • Berpikiran positif
    Berpikir positif tidak hanya terbatas dari niat dan cara berpikir, tetapi bagaimana memaknai dan menerjemahkan secara positif setiap peristiwa untuk menghasilkan tindakan kontruktif.
  • Menjalani hidup
    Hidup bisa berasa indah ataupun pahit, itu bergantung kepada masing-masing individu, maka berusahalah untuk selalu optimis dan jauhi pesemis, dengan tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah dan hambatan, sehingga hidup akan berasa indah dan berarti.
  • Percaya diri
    Percaya diri merupakan kemampuan diri untuk selalu mampu ketika akan melakukan sesuatu. Maka ketika akan melakukan
    sesuatu hindarilah kekuatiran berlebih, karena belum tentu ketakutan tesebut terjadi.
  • Ambisi
    Ambisi merupakan keinginan hasrat yang besar untuk mencapai yang kita inginkan dan  ambisilah yang akan menjaga lampu

    Sumber gambar www.dream.co.id

    impian agar tetap menyala, maka rawatlah ambisi, karena ambisilah yang akan menemani kita, ketika akan mengalahkan halangan.

  • Keajaiban diri
    Keberhasilan merupakan kombinasi antara waktu kerja keras dan optimis, maka keluarkanlah semua potensi yang dimiliki, selalu yakin, selalu optimis, selalu konsisten dan determinasi yang tinggi.
  • Bersyukur
    Selalu bersyukurlah atas  apa yang telah diberikan oleh Allah, karena Allah akan menambah nikmat hambaNya yang senantiasa bersyukur, dan ingatlah banyak orang yang kondisinya tidak seberuntung kita dan mungkin di bawah kita.
  • Yang harus dihindari
    Menghargai waktu merupakan salah satu ciri orang yang sukses,  maka jangan menghabiskan waktu dengan sesuatu yang ngga berguna, hindarilah kebiasaan mengeluh, berpikir negatif dan mengingat-ingat masa lalu yang pahit.

Mengenal diri

  • Potensi diri
    Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, dalamilah kelebihan yang dimiliki dan terimalah kekurangan, karena kekurangan merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari diri kita masing-masing.
  • Membuka potensi diri
    Jangan pernah puas dengan pencapaian yang sudah dicapai, jangan pernah puas dengan metoda yang digunakan, selalulah coba hal baru dan merubah cara.
  • Pengembangan diri
    Kembangkan kemampuan yang dimiliki dan kembangkan kemampuan lain yang bisa menunjang tercapainya impian.
  • Mengembangkan potensi
    Peka terhadap perubahan yang terjadi dan lihatlah peluang di sekitar yang mungkin bisa dikembangkan.
  • Kemampuan bersaing
  • Asahlah terus menerus kemampuan, keterampilan, pengetahuan, semangat belajar dan mental. Karena kompetitor akan selalu hadir di saat lengah.
Sumber gambar hellomotion.com

Berkarya

  • Hambatan
    Allah tidak akan mengujii melebihi kemampuan hambaNya. Jadi ini suatu jaminan akan ada ujian dan hambatan yang tidak akan melebihi kemampuan kita. Maka cara yang terbaik adalah menjadikan hambatan sebagai renungan dan proses perbaikan kedepannya.
  • Jaringan
    Besarnya jaringan menunjukan seberapa banyak orang percaya dan yakin dengan kita, Maka untuk memperbesar jejaring bangunlah kepercayaan dan kredibelitas dengan kejujuran dan keterbukaan.
  • Pencapaian
    Untuk meraih sesuatu tidak ada yang instan, maka pada prosesnya dibutuhkan kesabaran, keuletan dan kemampuan beradaftasi dengan perubahan.
  • Mendobrak
    Ada kalanya jalan yang dipilih merupakan jalan buntu atau penuh lubang. Maka ketika berhadapan dengan kegagalan atau hambatan, jangan hanya berpatokan pada satu tradisi, metode. Pikirkan dan gunakan langkah-langkah lain untuk mendobrak tradisi.
  • Prioritas
    Manusia hanya dilengkapi satu tubuh yang tidak bisa membelah diri pada satu kali waktu. Maka pilihlah yang akan dilakukan berdasarkan prioritas mulai dari yang penting dan mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak dan tidak penting dan tidak mendesak.
  • Kelebihan
    Setiap orang mempunyai kelebihan yang berbeda-beda. Janganlah berbangga diri dengan kelebihan yang dimiliki, ingatlah selalu diatas langit masih ada langit. Maka tetaplah rendah diri, jadilah seperti bintang, tinggi, kecil dan menerangi.
  • Momentum
    Keberhasilan merupakan kombinasi antara kesiapan diri dan peluang. Maka jangan berleha-leha, tetaplah mempersiapkan diri

    Sumber gambar www.quotefancy.com

    dengan kemauan dan kemampuan, karena momentum kesempatan jarang datang untuk kedua kalinya.

  • Pembelajar
    Belajarlah tanpa kenal henti dari siapapun. Pelajari bagamana cara berhasilnya supaya kita berhasil, dan pelajari gagalnya supaya tidak mengalami kegagalan yang serupa.

“The End”

“See You On The Next Book”, “Keep Learn And Share”

The post Man Jadda Wajada 1 first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/21/04/2020/man-jadda-wajada-1/feed/ 0
Berpikir Tanpa Berpikir https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/ https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/#respond Fri, 03 Apr 2020 21:50:37 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=224 Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir Penulis Malcolm Gladwell Gramedia Pustaka Utama Cetakan kesembilanbelas November 2018 September 1983, seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California, untuk menawarkan kepada pihak museum sebuah Kouros (patung yunani kuno), sebuah patung batu pualam yang berumur abad keenam sebelum masehi, dengan harga 10 juta …

The post Berpikir Tanpa Berpikir first appeared on kakaarvi.com.]]>
Malcolm Gladwell

Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir

Penulis Malcolm Gladwell

Gramedia Pustaka Utama

Cetakan kesembilanbelas November 2018

September 1983, seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California, untuk menawarkan kepada pihak museum sebuah Kouros (patung yunani kuno), sebuah patung batu pualam yang berumur abad keenam sebelum masehi, dengan harga 10 juta usd.  Untuk mengindari beli kucing dalam karung, maka pihak museum meminjam kouros tersebut untuk dilakukan penyelidikan selama 14 bulan. Tidak tanggung-tanggung pihak museum mendatangkan geolog dan ahli di bidang terkait untuk diminta menganalisis kouros tersebut. Singkat cerita, dari penyelidikan tersebut diperoleh hasil jika “Kouros” tersebut asli, maka pada Tahun 1985, pihak museum sepakat untuk membeli kouros tersebut. dan pada Tahun 1986 kouros tersebut dipamerkan untuk pertama kalinya.

Meskipun demikian, beberapa pakar sejarah seni italia tidak setuju dengan pembelian kouros tersebut dan meragukan keasliannya, karena terdapat kejanggalan pada pahatan, termasuk keutuhan dari patung tersebut, karena jarang patung kuno yang berumur sama ditemukan dalam kondisi utuh tanpa cacat.

Lambat laut keraguan para ahli sejarah italia terjawab sudah. suatu hari datang seorang Thomas Hoving (mantan Direktur  Metropolitan Museum Of Art New York, yang malang melintang selama puluhan tahun di dunia seni) ke Museum J. Paul Getty. Kedatangan Thomas Hoving untuk memeriksa keaslian kouros tersebut. Tidak memerlukan waktu yang lama, ketika kain penutup kourus disingkap, setelah 2 detik pertama, seorang Thomas Hoving hanya berkata “kourus ini, Masih Segar (bukan barang kuno)” dan dunia seni dibuat gempar.

Kemampuan framming

Di buku ini diulas mengenai kemampuan seseorang melakukan framming pada 2 detik pertama, beserta bukti studi keilmuwan untuk menjawab pertanyaan, “mengapa seorang Thomas Hoving bisa melakukan analisis 2 detik pertama”, “tetapi keakurasiannya mendekati bahkan mengalahkan penelitian selama 14 bulan yang dilakukan Museum J. Paul Getty”.

Sejatinya setiap manusia dibekali kemampuan yang disebut kemampuan adaptif, yaitu kemampuan yang dapat mengambil kesimpulan (framming) dari suatu cuplikan sekilas suatu kejadian.

Pada awalnya, kemampuan adaptif ini dibentuk oleh manusia secara sengaja dengan cara melakukan sesuatu hal yang sama dalam waktu yang lama, lambat laun proses ini tanpa disadari direkam oleh pikiran bawah sadar dan menerjemahkannya ke dalam bentuk peristiwa dan pola.

Contoh sederhana framming di kehidupan sehari-hari. Pada awal kita belajar mengendarai kendaraan motor atau mobil pasti akan mengalami kesulitan mengombinasikan antara gas, kopling dan persneling, namun lambat laun seiring berjalannya waktu, pola cara mengendarai kendaraan tersebut terbentuk, sehingga mengendarai kendaraan sudah semudah mengendarai bom bom car, bahkan tanpa diperintah kita tahu kapan harus menginjak pedal gas, kopling atau rem.

Pikiran sadar VS Pikiran bawah sadar

Pada awal perekaman suatu aktivitas baru, pikiran sadar dan pikiran sadar sama-sama merekam aktivitas tersebut. Hanya bedanya, selain merekam, pikiran bawah sadar merangkai menjadi suatu pola dan menjadikannya mengalir tanpa disadari oleh pikiran sadar.

Jadi disaat pikiran sadar mengalami kebuntuan, pikiran bawah sadar akan terus menggali kemungkinan berdasarkan rekaman dan pola, dan setelah pikiran bawah sadar menemukan pola, maka pikiran sadar aktif kembali.

Batasan framming

Pada akhir tahun 1999, seorang pria bernama Diallo, sedang menikmati udara malam di selasar depan rumahnya. Tidak jauh dari tempat tinggal Diallo, mobil patroli polisi menghampiri Diallo. Melihat polisi datang menghampiri dan bertanya kepada Diallo, Diallo gugup dan mencoba lari, singkat cerita terjadilah penembakan oleh polisi yang menewaskan Diallo.

Setelah dilakukan penyidikan lebih dalam, didapatkan bukti-bukti yang mengejutkan. Pertama, ternyata Diallo seorang yang gagap dan berkebutuhan khusus, sehingga pada saat kejadian, Diallo akan kesulitan menjawab pertanyaan polisi. Kedua, tidak ditemukan senjata, hanya sebuah dompet yang dipegang di tangan kanan Diallo. Ketiga, tembakan peringatan yang dilakukan oleh polisi memantul di antara atap dan tembok selasar, sehingga polisi menyangka Diallo melepaskan tembakan.

Dari cuplikan kejadian diatas, tentunya dengan pengalaman jam terbang seorang polisi akan mempunyai kemampuan framming. Tetapi “mengapa pada saat kejadian, dari perawakan Diallo, polisi tidak bisa membedakan Diallo seorang penjahat atau bukan?”, “mengapa tidak bisa membedakan antara dompet dan pistol? Dan mengapa tidak bisa membedakan antara serpihan kayu dan peluru?.

Ternyata ketika dalam kondisi yang memaksa hormon adrenalin bekerja, pikiran sadar bekerja lebih ekstra dan menonaktifkan pikiran bawah sadar, semua akan direkam kedalam pikiran berdasarkan bukti yang dilihat, dan dalam waktu singkat pikiran sadar akan menyimpulkan suatu tindakan yang perlu dilakukan, sehingga pikiran bawah sadar tidak akan diberikan kesempatan untuk melakukan framming.

“The End”

OK, itu sedikit ulasan mengenai buku “Kemampuan Berpikit Tanpa Berpikir”, untuk lebih detainya teman-teman yang masih penasaran dengan kasus dan hasil penelitian para ilmuwan lainya di buku ini. “Teman-teman bisa datang langsung ke toko buku terdekat ya!”. “Selamat membaca”.

“See you on the next books”, keep read, learn and share”

 Sumber gambar

www.amazons.com; www.gladwellbooks.com; www.kompasiana.com; www.advertising-indonesia.id ; www.sains.kompas.com; www.dictio.id

The post Berpikir Tanpa Berpikir first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/04/04/2020/berpikir-tanpa-berpikir/feed/ 0
Marketing To The Middle Class Moslem https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/ https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/#respond Tue, 24 Mar 2020 03:52:39 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=148 Marketing To The Middle Class Moslem (Kenali Perubahannya, pahami perilakunya, petakan strateginya); Penulis Yuswohady; Cetakan Kedua Juni 2015; Penerbit PT. Gramedia. Dari sisi penampilan data serta ulasan, buku pemasaran yang satu ini mengulas 2 topik besar, yaitu perubahan, perilaku konsumen dan strategi serta tatik pemasaran. Buku ini merupakan buku hasil riset yang dilakukan penulis. Buku …

The post Marketing To The Middle Class Moslem first appeared on kakaarvi.com.]]>
Marketing To The Middle Class Moslem (Kenali Perubahannya, pahami perilakunya, petakan strateginya); Penulis Yuswohady; Cetakan Kedua Juni 2015; Penerbit PT. Gramedia.

Dari sisi penampilan data serta ulasan, buku pemasaran yang satu ini mengulas 2 topik besar, yaitu perubahan, perilaku konsumen dan strategi serta tatik pemasaran. Buku ini merupakan buku hasil riset yang dilakukan penulis. Buku ini mengulas pasar yang menggiurkan di Indonesia, khusunya middle class mosliem, baik itu perubahan orientasi, perilaku, kegemaran hingga strategi untuk menargetkan menjadi pasar yang menggiurkan, bukan hanya saja dari niche (ceruk) tapi merubah menjadi mainstream (massal).

Sesuai dengan topik pada bagian pertama, “Mengenai Perubahan dan Perilaku Konsumen”, di buku ini diulas tentang studi kasus menjamurnya komunitas “hijabers”, “wisata halal”, makanan halal, kosmetik halal, bank syariah, asuransi & investasi syariah, islamic pop & nasyid, hotel syariah, islamic parenting, komunitas zakat & sedekah dan ngga ketinggalan komunitas pengajian di masjid dan mushala mall.

Benang merahnya, ternyata semakin sejahtera ternyata semakin religius dan semakin peduli dengan namanya halal dan nilai islami. Contoh hijab, tampilnya artis-artis sebagai role model, kemudahan mengakses tutorial hijab di media sosial, serta tampilnya desainer seperti “Dian Pelangi” yang mengampanyekan hijab sedikit banyak menciptakan efek riakan air untuk memberikan kesadaran menggunakan hijab. Ini ditambah lagi dengan menjamurnya pengajian-pengajian yang dinahkodai oleh ustad dan ustadzah (yang mempunyai jadwal khusus di televisi) semakin menyebarkan virus-virus kebaikan tersebar dengan cepat. Tidak mengherankan kalau kita mencoba mengecek di FB ads muncul kategori nama ustad/ustadzah serta komunitas hijab dan influencer yang mengangkat nilai Islami “woooooow”.

Contoh lain yang mudah dilihat adalah berlombanya stasiun televisi menanyangkan sinetron-sinetron islami, bahkan berani tampil di prime utama. Sebut saja salah satunya “Tukang Bubur Naik Haji”, entah sudah berapa episode sinetron ini tampil menghimbur masyarakat indonesia. Padahal dulu tayangan islami hanya ada pada saat Bulan Ramadhan.

Tidak ketinggalan soal makanan, setiap pembeli akan mengecek terlebih dulu ada atau tidaknya simbol MUI. Bahkan saking pedulinya mengecek langsung ke situs MUI untuk memastikan kehalalannya.

Pada bagian kedua buku ini merupakan bagian terpenting, bagian ini memaparkan bagaimana strategi pemasaran dengan segmen pasar khususnya “middle class moslem”. Pangsa pasar “middle class muslim” terbagi menjadi empat kuadran sosok konsumen. Yaitu “Apathist “ (Spritual value rendah dan emotional value rendah “emang gua pikirin”), “Rationalist” (Spritual value rendah dan emotional value tinggi “gue dapet apa?”), “Universalist” (Spritual value tinggi dan emotional value tinggi “islami itu penting?”) dan terakhir “Conformist” (Spritual value tinggi dan emotional value rendah “pokoknya harus islam?”).

#1 The Principle Of Customer

Dalam mengonsumsi produk dan jasa, mereka tidak hanya sekadar mencari manfaat fungsional tetapi mereka mencari manfaat emosional. sehingga formula nilai konsumen bukan lagi emotional benefit + functional benefit per cost, tapi emotional benefit + functional benefit + spiritual benefit per cost.

#2 The Principle Of Competition

Suatu merek harus menjadi role model bagi para konsumen. Untuk konsumen yang “Apathist “ harga akan menjadi pertimbangan yang utama, “Rationalist” selain harga fuctional benefit akan jadi pertimbangan (but one get one), “Universalist” functional benefit dan spiritual benefit (produk yg islami), “Conformist” (dari hulu ke hilir harus islami.

#3 The Principle Of Positioning

Untuk mengambil hati kelas menengah muslim, merek harus ramah-bersahabat, harus menyerap sebanyak mungkin pengaruh-pengaruh dari luar islam secara positif lalu mengambil manfaat positif untuk mengenyahkan yang negatif. Sebagai contoh pada saat kemunculan Bank Syariah Mandiri (BSM), bank ini tampil mengangkat jargon “Menjalankan misi membangun peradaban ekonomi yang mulia”, “ BSM akan membangun semangat keakhlakan, kemanusiaan, keadaban dan peradaban. Menampilkan islam dengan wajahnya yang benar, menebarkan bukt-bukti kasih sayang Allah bagi manusia dan semesta raya”.

#4 The Principle Of Differentiation (membangun autentik melalui komitmen dan passion dengan menciptakan DNA sendiri)

Nilai autentik yang sangat baik dilakukan oleh “Wardah”. Sejak awal kemunculannya, produk satu ini memosisikan diri sebagai produk kosmetik halal dengan moto “Suci dan Aman” dan mensponsori setiap acara-acara islami sekolah, kampus hingga masyarakat dari dulu hingga kini. Konsistensi yang dilakukan selama 20 tahun, kini menjadikan wardah mampu menjadi category bulider dibandingan merek lain yang hanya sebagai pemain medioker.

#5 The Principle Of Value (Offer unique value)

Universal value merupakan product benefit (emotional benefit + functional benefit) + spiritual benefit per cost. Maka untuk memenangkan persaingan di pasar muslim, merek harus mampu menghasilkan unique universal value ke konsumen dengan menyeimbangkan manfaat produk dan manfaat spiritual.

#6 The Principle Of Engagement (Connect your customer)

Kaum muslim merupakan kelompok sosial yang memiliki kesamaan tujuan, tujuan mereka mencapai keselamatan di dunia dan akhirat dengan selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya serta memiliki kesamaan nilai-nilai (common value) dan perilaku (common behaviour). Karena default kaum muslim adalah sebuah komunitas, maka pendekatan pemasaran adalah melalui kominitas. Tapi memposisikan merek bukan sebagai produsen tetapi sebagai bagian dari komunitas.

Ok. Untuk lebih detailnya, teman-teman bisa langsung ke toko buku terdekat untuk mendapatkan buku ini. sebagi tambahan informasi, di buku ini disertakan juga templete (strategic brand analysis, brand value proposition, brand positioning, brand essence & core message dan integrated brand communication) yang akan mempermudah teman-teman menganalisis pasar, target market serta metode pemasaran yang tepat untuk merek dan produk teman-teman.

“See you on next books”, keep read, learn and share”

Sumber gambar

yuswohady.com; slideshare.net; inventure.id

The post Marketing To The Middle Class Moslem first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/24/03/2020/marketing-to-the-middle-class-moslem/feed/ 0
There Is No Shortcut To Success https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/ https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/#respond Sat, 21 Mar 2020 22:55:44 +0000 https://bookinsight.kakaarvi.com/?p=126 There Is No Shortcut To Success I.M. Eddy Sutrisno Penerbit PT. Gramedia Cetakan kedua 2017 Buku satu ini menceritakan perjalan dari “0” seorang yang bernama Eddy Sutrisno, yang merupakan salah satu pengusaha indonesia yang bergerak di bidang kontraktor dan hotel. Prolog buku ini merupakan bagian yang bikin haru dan sarat makna terkait kesederhanaan, perjuangan, proses …

The post There Is No Shortcut To Success first appeared on kakaarvi.com.]]>
There Is No Shortcut To Success

I.M. Eddy Sutrisno

Penerbit PT. Gramedia

Cetakan kedua 2017

Buku satu ini menceritakan perjalan dari “0” seorang yang bernama Eddy Sutrisno, yang merupakan salah satu pengusaha indonesia yang bergerak di bidang kontraktor dan hotel.

Prolog buku ini merupakan bagian yang bikin haru dan sarat makna terkait kesederhanaan, perjuangan, proses yang tidak instan untuk memperjuangkan mimpi, kesetiaan, cinta pada keluarga, mengejar pengetahuan dan tekad yang kuat.

Seorang Eddy Sutrisno tidak dibesarkan dan dilahirkan dari lingkungan orang yang berada, dia dibesarkan di rumah berukuran 6 m x 15 m, yang harus berbagi dengan 9 orang (kakak dan adiknya) yang tinggal di rumah tersebut, hingga saking sulitnya kondisi ekonomi orang tuanya pada saat itu, setiap masak sayur akan lebih banyak kuahnya dan juga apabila memasak telur, 1 telur akan dicampur tempung sehingga bisa untuk 9 anak.

Latar belakang keluarga yang bukan dari keluarga berada, tidak menjadi halangan seorang Eddy Sutrisno untuk bangkit dari keterpurukan. Naluri bisnis seorang eddy terasah ketika memulai berjualan di Pasar Yaik Permai Semarang, di pasar tersebut dia pernah berjualan ampas kecap hingga jaket, yang hasil keuntungannya dia simpan untuk kebutuhan sehari-hari dan buku sekolah. Keahlian bisnis semakin diasah ketika menjalani peran sebagai mahasiswa dan agen roti di Bandung, hingga bersama dengan sang kakak merintis usaha di bidang kontraktor di jakarta.

Dari buku ini “Om Eddy” Mengulas mengenai kunci untuk menjadi pengusaha yang sukses. Setidaknya ada Ada 6 kunci untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Pengusaha Belajar Dari Alam

Seorang pengusaha tidak dibentuk secara dadakan, tetapi pada prosesnya ada bertubi-tubi masalah yang mengharuskan untuk bertahan, mental yang tidak mudah menyerah pada keadaan. Beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha antara lain: Bisnis bukan hanya sekedar teori buku, sehingga harus ada proses belajar dan action; Fokus pada pilihan bisnis; Jeli melihat peluang dari kesempitan; Fokus pada kepuasan konsumen; jeli menghadapi persaingan; Mempunyai mental yang tidak mudah menyerah Mempunyai kemampuan bertahan disaat kondisi tidak menguntungkan.

Modal Bukan Segalanya

Tahap pertama memulai bisnis mulailah yang sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar, sebisa mungkin yang tidak memerlukan modal. Namun bila memang memerlukan modal bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu: Pertama dengan cara menabung, menyisihkan sebagian dari hasil bisnis yang ada atau dari upah yang diterima per bulannya. Kedua berkongsi, artinya menggunakan dana pribadi dan orang lain (skema sharing kepemilikan atau bagi hasil).

Yang harus diingat ketika menjalankan bisnis, uang bisnis bukanlah uang milik pribadi, sehingga pada pelaksanaannya harus dipisahkan antara kedua jenis uang tersebut.

Bertempur Di Lapangan

Di lapangan, banyak pengusaha yang bergerak di bidang yang sama, jika ingin menjadi yang terdepan, seorang pengusaha harus memastikan kualitas produk dengan mengenali detail proses kerja, kemampuan marketing yang handal (siapa dan bagaimana market yang dituju) dan pengemasan produk yang baik (kreativitas dan imajinasi terhadap produk).

Ekspansi/Manuver

Seorang pengusaha wajib mencintai produk dan bisnisnya, karena dengan mencintai produk dan bisnisnya, akan menumbuhkan semangat untuk belajar dan memahami lebih dalam, sehingga seorang pengusaha dapat dengan mudah memutuskan apakah akan melakukan ekspansi atau melakukan manuver beralih ke bisnis yang lain.

Prinsip Menuju Sukses

Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses harus mempunyai karakter sebagi berikut: disiplin (kinerja, menghargai waktu, perencanaan), Ulet, jujur, giat menabung, gigih belajar, bangun mimpi, kembangkan jaringan dan bertawakal pada tuhan.

Keseimbangan

Sesuai dengan kata bijak “Uang tidak bisa memebeli kebahagian”. Seorang pengusaha sukses di tuntut untuk dapat menyeimbangan antara bisnis dengan keluarga, jolah raga, bersyukur atas nikmat yang diberikan tuhan dan relasi. karena apalah artinya uang jika kondisi badan tidak sehat, kelurga berantakan, dengan relasi tidak harmonis.

 

“Nah”. Untuk detailnya teman-teman bisa ke toko buku terdekat, pastinya ngga akan menyesal beli dan baca buku ini.

 

“See you on next books”, keep read, learn and share”

Sumber gambar

www.gpu.id, www.canvasby.com, www.yourdost.com, www.steemkr.com, www.teepublic.com

 

The post There Is No Shortcut To Success first appeared on kakaarvi.com.]]>
https://bookinsight.kakaarvi.com/22/03/2020/there-is-no-shortcut-to-success/feed/ 0